Selasa, 19 Juli 2011

Kerasukan Jin setelah Depresi Berat

Kerasukan Jin setelah Depresi Berat
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Saya mengalami gangguan sihir sejak bulan September akhir 2005, saya menyadari dosa-dosa dan kesalahan saya. Sebelum mengalami kejadian ghaib itu, saya mengalami depresi berat yang menyebabkan hati saya menjadi kosong dan selalu menyalahkan takdir yang terjadi pada diri saya. Dan saya pun selalu bertanya-tanya tentang Allah, sampai-sampai saya meninggalkan kewajiban dari Allah.
Selama depresi, saya tidak punya kegiatan, pikiran saya dipenuhi oleh 100 persen masa lalu sampai SD saya ingat dan tidur dengan khayalan masa lalu. Kemudian saya penasaran mengenai berita dan suara-suara dari alam kubur, saya pun mendownloadnya dari internet dan menyimpannya di hardisk saya, setelah mendengar suara itu, saya sangat ketakutan.
Saya pun langsung shalat tepat waktu setelah mendengar jeritan-jeritan itu. Tapi dalam shalat saya merasa ketakutan dan tubuh saya menggigil. Kejadian ini berlangsung selama beberapa hari, yang terbayang adalah azab dan jeritan dalam pikiran saya.
Sampai suatu hari setelah shalat Isya, saya mohon ampun atas kedurhakaan yang saya lakukan. Setelah itu orang tua saya bertengkar dan yang terekam dalam pikiran saya sangat menjijikan dan menakutkan bagi saya, apalagi mendengar marahan-marahan ibu pada bapak. Setelah itu saya shock dan tidak bisa tidur.
Semalaman saya tidak bisa tidur, saya langsung berkata, "Ya Allah aku rindu pada-Mu," kontan di otak saya tulisan Allah dan otak saya jauh ke dimensi yang berbeda. Setelah itu sesuatu masuk dan berjalan dari ujung kaki sampai pada dada berjalan perlahan, denyut jantung pun pelan-pelan. Saya langsung bangun, dan mohon tobat pada Allah. Sepertinya saya mau mati.
Esoknya shalat zhuhur dan asar saya pingsan, shalat magrib dan isya tubuh saya seperti terbakar. Setelah makan sesendok nasi makan malam, saya pingsan dan lidah saya menjulur, saya seperti mau mati. Seharian saya kesurupan. Dan tidak ada orang yang bisa mengeluarkannya. Sampai saya bertemu pada seorang ustaz aliran Salafiyah, membacakan ruqyah tanpa metode, tubuh saya mengamuk.
Tapi, tidak bisa keluar juga. Tapi alhamdulillah, ada perubahan. Hingga saya tulis surat ini, ada gejala yang masih ada dalam tubuh saya, yang mungkin masih ada jin ini dalam tubuh saya. Apa yang menimpa saya membuat saya berpikir apa artinya hidup ini. Saya selalu banyak mengingat maut.
Pertanyaan saya adalah Islam itu adalah agama yang bersih dari syirik. Dan sebagai manusia saya mengharapkan dan memohon agar mati dalam keadaan Islam. Kemudian apakah jika jin ini masih dalam tubuh saya, apakah saya Islam atau masih syirik (naudzubillah)?
Dan saya takut, jika saya meninggal jin ini masih berada dalam tubuh saya. Kemudian jika jin ini belum lepas, apakah berarti ridho dan tobat saya belum diterima? (Ya Allah hamba berlindung pada-Mu dr sesuatu yang saya mohon, tapi tidak mengetahui mengenai hakekatnya). Semoga melalui Ustazd Allah memberikan petunjuknya pada saya Amiin.
Wassalaam,
Nurhikmah

Jawaban

Wa'alaikumsalam
Saudari Nurhikmah yang dirahmati Allah, sesungguhnya yang perlu anda ketahui untuk orang beriman, hidup itu bukan hanya untuk di dunia tapi juga di akhirat. Dalam al-Qur’an Allah berfirman, agar kita dalam menjalani hidup haruslah seimbang. Artinya, carilah kehidupan akhirat, namun jangan lupa kehidupan di dunia. Bagi orang beriman kehidupan itu sangat luas, seluas kehidupan di dunia ini dan disambung dengan kehidupan akhirat.
Dalam Islam bagi orang beriman, hidup itu harus selalu berada di antara dua rel yaitu harapan dan rasa takut. Keduanya harus seimbang, agar hidup ini menjadi seimbang. Ketika salah satunya lebih besar atau salah satunya tidak ada sama sekali, maka akan sangat tidak seimbang. Orang yang terlalu besar harapannya, merasa bahwa Allah SWT maha pengampun, maha pengasih, dan kemudian orang tersebut tidak takut azab, biasanya orang ini meremehkan dosa.
Sedangkan, orang yang terlalu besar rasa takutnya akan kematian, akan hari akhir, akan azab kubur dan sebagainya. Biasanya orang seperti ini akan selalu dihinggapi dengan rasa putus asa, jadi tidak menikmati hidup sebagaimana mestinya. Apa yang terjadi pada diri anda, saya kira anda perlu sekali untuk menenangkan diri dan beristirahat. Menurut saya, anda harus berkomunikasi dengan baik kepada kedua orangtua, karena suasana rumah yang tidak mendukung atau gaduh menimbulkan rasa tidak nyaman, maka akan memperburuk suasana hati.
Cobalah untuk membesarkan tema-tema harapan, dan anda harus paham bahwa Allah maha pengampun. Perlu anda ketahui, orang-orang sehebat para sahabat pun, mereka adalah orang-orang yang menikmati hidup yang indah ini. Perlu diingat bahwa kita punya masa depan, punya keluarga, ada anak-anak yang lucu, rumah yang nyaman. Artinya, hal-hal seperti ini perlu juga diperhatikan. Nabi saw mengatakan, istirahatkan jiwa ini sesaat demi sesaat. Jiwa ini kalau sudah terlalu capek dan lelah, maka akan sangat berbahaya. Apalagi sampai menimbulkan rasa putus asa. Oleh karena itu, sebelum anda tidur sebaiknya membaca doa terlebih dahulu.
Mengenai jin yang berada di dalam tubuh anda, selama jin itu tidak mengganggu atau memberikan dampak negatif pada diri anda, tidak menjadi masalah. Namun bila sampai jin itu mengganggu diri anda, maka sebaiknya anda melakukan ruqyah syar’iiyah untuk mengeluarkan jin tersebut, agar kehidupan anda kembali normal. Banyak-banyaklah berdzikir dan menjalankan ibadah lainnya, tenangkanlah pikiran anda. Mudah-mudahan Allah memberikan ketenangan hidup untuk anda dan keluarga. Wallahualam
Wassalaamu'alaikum wr. wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar