Selasa, 19 Juli 2011

Dapatkah Manusia Bepergian Secara Rohaniah ke Suluruh Penjuru Dunia?

Dapatkah Manusia Bepergian Secara Rohaniah ke Suluruh Penjuru Dunia?
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Saya punya abang yang ikut pengajian,di pengajian mereka di didik dan dibimbing hingga mampu sampai tahap dapat bepergian secara rohaniah baik ke berbagai penjuru dunia, bahkan dia mengatakan telah sholat di Baitul Makmur di langit ke 7. Hal ini sangat mengganggu keimanan saya. Apakah Rasulullah pernah mengajarkan hal-hal seperti itu ke pada para sahabat? Walaupun memang di beberapa kondisi dia benar, yaitu ketika abang saya disuruh memantau keadaan mertuanya yang berada di Banyuwangi, semuanya benar, tetapi apakah hal ini ada dalam Islam?
Wassalaam,
Ahmad

Jawaban

Wa'alaikumsalaam
Saudara Ahmad, anda harus memberikan nasihat dan masukan melalui diskusi yang baik kepada kakak anda. Karena orang-orang yang seperti kakak anda ini, dia sedang tenggelam dalam satu lingkungan yang menyihir dirinya, artinya ia seperti orang yang tidak sadarkan diri, maka anda harus menjelaskan dengan baik. Sehingga pelan-pelan dan do'a anda juga, mudah-mudahan Allah bisa menarik kembali apa yang dia yakini ke anda selama ini.
Masalah belajar ilmu tertentu dan kemudian bisa bepergian ke seluruh penjuru dunia secara rohaniah, tidak pernah diajarkan oleh Rasulallah saw dan tidak terdapat dalam Al-Qur'an, ilmu ini tidak juga dimiliki oleh para sahabat. Padahal mereka orang yang sangat memerlukan ilmu ini, kalau memang ilmu ini benar. Hari ini kita diberikan oleh Allah SWT kemudahan dengan transportasi yaitu pesawat yang sangat cepat. Sedangkan dahulu, para sahabat untuk berdakwah hanya menggunakan onta, naik kuda, bahkan Rasulallah jalan kaki, padahal dalam misi yang sangat mulia yaitu mencari pendukung Islam dan menyebarkan Islam.
Bepergian secara rohaniah bila diteliti lebih jauh hanya diajarkan oleh para dukun, walaupun sebagian orang tertipu dengan ritual-ritual yang dilakukan untuk mencapai ilmu tersebut, karena untuk mencapai ilmu tersebut ada dzikir dan wiridnya, atau ada rajah-rajah bertuliskan bahasa Arab dan lain-lain. Saya mempunyai pengalaman, seperti ketika saya menjumpai salah satu Kyai yang sudah bertaubat, di mana ia pernah mengalamalkan ilmu tersebut, dan ternyata ia mendapatkan pengalaman pahit, ketika ia ingin pergi ke Mekah dalam waktu yang singkat. Ternyata, bukannya pergi ke Mekah tapi ia disesatkan di salah satu tempat yang sepi dan gelap di malam hari.
Salah seorang Ustadz di Majalah Ghaib bercerita, ada seseorang yang datang kepadanya dan mengatakan bahwa ia biasa sholat di Masjidil Haram, kemudian Ustadz itu menjawab, hal itu tidak mungkin terjadi. Kalaupun itu terjadi, hanya merupakan permainan setan. Sehingga Ustadz tersebut menyarankan satu hal kepada orang itu, yaitu bila nanti sampai ke Masjidil Haram dalam waktu singkat tolong kumandangkan azan, begitu azan ternyata orang tersebut mendapatkan dirinya di atas pohon. Karena dalam hadis Rasulallah saw bahwa setan itu lari terbirit-birit ketika mendengarkan azan. Artinya, ini adalah permainan setan yang mengelabui mata kita, seakan-akan kita sedang berada di Mekah atau di tempat lainnya, padahal sesungguhnya kita tidak pergi ke mana-mana.
Adapun kebenaran kakak anda dalam menebak kondisi mertuanya yang berada di Banyuwangi, itu adalah kerjaan jin. Jadi, itu bukan bukti bahwa ia benar, dan juga bukan bukti bahwa ilmu yang dia punya adalah ilmu yang diridhoi Allah. Karena sesungguhnya sangat mudah bagi jin untuk mendapatkan informasi tentang keadaan orang yang berada Banyuwangi, kemudian disampaikan ke kakak anda untuk membuat fitnah, dan ternyata setan berhasil yaitu kakak anda semakin yakin bahwa ilmu yang ia pelajari adalah benar dan bermanfaat untuk orang lain dari jarak jauh. Dari sini dapat dilihat bahwa ilmu itu tidak benar, karena sesungguhnya ilmu terawang atau ilmu mengetahui jarak jauh merupakan ilmu bantuan setan.
Ini merupakan kesesatan yang nyata, namun sekali lagi berikanlah nasihat-nasihat yang baik pada kakak anda dengan mengungkapkan bukti-bukti tersebut. Mudah-mudahan kakak anda dapat terbuka pikiran dan hatinya. Belajarlah ilmu yang benar, yaitu ilmua yang diajarkan Rasulallah yang akan membawa kedamaian. Ajaklah kakak anda untuk berpikir pada dunia yang lebih nyata, karena orang-orang seperti itu sedang sakit jiwa dan hatinya, maka obatilah dengan cara yang baik, mudah-mudahan saudara Ahmad mendapat bantuan dari Allah untuk membawa kakak anda ke jalan yang benar.
Wassalaam,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar